PIKIRAN RAKYAT BENGKULU – Harga emas kembali mencuri perhatian publik. Jika menilik sejarahnya, harga emas pada 12 April 2015 hanya Rp495.875 per gram. Kini, tepat satu dekade kemudian, pada 12 April 2025, harga emas melonjak drastis ke Rp1.703.085 per gram. Kenaikan ini menandai pertumbuhan luar biasa dalam kurun 10 tahun terakhir.
Kenaikan tajam ini sejalan dengan tren global yang menunjukkan pergeseran preferensi investor ke aset aman atau safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Harga Emas 2015 Sampai 2025: Data Lengkap
Berdasarkan data dari situs harga-emas.org, berikut adalah harga emas per gram setiap 12 April dari 2015 hingga 2025:
- 12 April 2015: Rp501.441
- 12 April 2016: Rp529.882
- 12 April 2017: Rp544.832
- 12 April 2018: Rp591.809
- 12 April 2019: Rp587.725
- 12 April 2020: Rp881.814
- 12 April 2021: Rp812.095
- 12 April 2022: Rp911.903
- 12 April 2023: Rp922.442
- 12 April 2024: Rp1.211.661
- 12 April 2025: Rp1.703.085
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas
Menurut proyeksi dari Antam Logam Mulia yang dirilis pada 18 Desember 2024, kenaikan harga emas sudah diprediksi sejak akhir tahun lalu. Di tengah ketegangan geopolitik global, inflasi yang belum sepenuhnya terkendali, hingga kemungkinan penurunan suku bunga acuan oleh The Fed, investor semakin memburu emas.
Kondisi di Korea Selatan, kebijakan Donald Trump yang agresif, dan kekhawatiran terhadap kekuatan dolar turut memicu lonjakan permintaan emas secara global.
Lonjakan harga emas dari 2015 ke 2025 bukan hanya angka statistik. Ia mencerminkan dinamika global dan preferensi masyarakat terhadap instrumen investasi yang lebih stabil.
Dengan prediksi harga emas bisa tembus Rp2 juta per gram di tahun mendatang, masyarakat disarankan mulai mempertimbangkan strategi investasi logam mulia sejak dini. Pantau terus perkembangan harga emas hanya di Pikiran Rakyat Bengkulu. ***